Sabtu, 01 Agustus 2009

Badut maskot dari sewa badut hampir selalu ada di pesta ulang tahun. Tapi sayang beberapa anak justru takut the clown dari sewa badut ulang tahun. Mengapa beberapa anak balita takut sosok berwajah lucu dan seharusnya menghibur ini? Bagaimana menyikapi tangis histeris anak saat melihat badut pesta di suatu tempat umum?

Kesan pertama. Biasanya ketakutan khas si batita berkaitan dengan hal-hal asing atau tidak familiar. Nah,
badut ulang tahun dari sewa badut yang sering ada di pesta-pesta ulang tahun atau taman rekreasi sering kali mengejutkan anak-anak batita. Kesan pertama yang mengejutkan dan tak dapat diduga inilah disimpan dalam ingatannya, sebagai sesuatu yang negatif.

Tidak biasa. Bagi balita yang tubuhnya jauh lebih kecil daripada badut ulang tahun anak yang biasanya diperankan orang dewasa, kehadiran sosok dengan kostum aneh dan dandanan tak biasa, seperti badut saat ulang tahun anak, boneka raksasa bahkan sinterklas, membawa sebuah kesan tersendiri. Kesan menakutkan, tak bisa ditebak, dan asing menjadi beberapa faktor pencetus rasa takut anak terhadap badut maskot dari sewa badut ulang tahun.

Pencetus tangis. Di samping itu perilaku si tokoh
the clown pesta ulang tahun itu sendiri seringkali juga menjadi pencetus tangisan anak-anak. Sebagaimana diakui oleh seorang pelatih badut ulang tahun Amerika yang telah malang melintang sebagai badut pesta dan pelatih selama puluhan tahun, “Jeritan tangis balita biasanya terjadi tak lama setelah badut ulang tahun anak berseru “Surprise!!”. Padahal mungkin awalnya, si kecil Anda sedang termangu diam karena heran melihat dandanannya yang tidak biasa”.

Selalu ada rasa takut. Memang sulit juga membuat anak bebas dari rasa takut terhadap apa pun. Dalam hidupnya pasti saja ada satu atau dua hal yang akan membuatnya menahan nafas dan memejamkan mata karena rasa ngeri dan takut. Tetapi apabila yang membuatnya takut adalah sesuatu yang bisa muncul di tempat umum sewaktu-waktu, seperti misalnya
badut ulang tahun, maka ada baiknya Anda membantu si kecil mengelola rasa takutnya.

Khas batita. Dalam urusan takut
badut ulang tahun anak, memang masalah jadi lebih kompleks. Pertama, karena badut biasanya hadir karena memang disewa oleh seseorang atau sebuah usaha tempat rekreasi, sehingga tentu Anda tak bisa sekonyong-konyong memintanya pergi dari anak Anda. Kedua, bisa jadi rasa takut badut bukan semata dicetuskan oleh konstum atau perilaku si badut, melainkan semata imajinasi si 2,5 tahun yang demikian berkembang.

http://www.ayahbunda.co.id/

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action

0 komentar: