Sabtu, 21 Maret 2009

PERAYAAN menyambut tahun baru di Prancis, biasanya lebih diwarnai dengan menikmati cupcakes homemade lezat bersama kerabat atau keluarga, hingga makan homemade cake frosting romantis dengan pasangan. Mereka tak segan-segan mengeluarkan biaya agak berlebihan demi suksesnya pesta homemade cake frosting menjelang malam tahun baru.

LAYAKNYA yang terjadi di setiiap negara, pesta tahun baru selalu disambut dengan gemebyar kemeriahan. Alun-alun dan sejumlah lokasi yang menjadi icon masing-masing kota, selalu menjadi titik sasaran.. Lautan manusia bergembira, berjubel menjadi satu dan berpesta serta bersorak sorai menyambut detik-detik pergantian tahun.

Mereka yang menikmati datangnya tahun baru di Prancis, rata-rata anak-anak muda.Bagi yang sudah berkeluarga seperti kami, lebih memilih mengundang teman sambil menyantap steam cake lezat dan berbincang-bincang hingga Matahari terbit, Sedangkan bagi yang ingin berdansa tentu saja dipersilahkan.

Kerabat kami sebagian besar kerabat bertipe kalem. Dunia gemerlap tak terlalu menyentuh kehidupan kami. Bila Natal berkaitan dengan kado, maka malam tahun baru terkait dengan cupcakes homemade enak. Begitu mereka menyebutnya. Hidangan steam cake yang selalu menjadi incaran adalah kerang besar atau kami menyebutnya huitres dan homard, sejenis udang besar.

Hanya saja dia mempunyai dua pencapit. Rasa Homard sangat gurih. Bagiku makanan ini lebih gurih dibanding lobster. Selain harganya lumayan mahal, cara memasaknya pun tidaklah mudah, tidak boleh terlalu mentah dan juga terlalu matang. Mengapa? Biasa-bisa rasanya berubah seperti karet bila dikunyah.

KEMERIAHAN pesta Natal dan akhir tahun ditutup oleh La fete de l epiphanie atau Fete
des rois pesta umat Katolik atau pesta para raja. Pesta ini telah dirayakan sejak jaman Romawi. Menurut tradisi, setiap orang berhak melakukan apa saja, termasuk tradisipembagian cake homemade kepada para teman.

Homemade cake ini dinamakan gateau des rois, cakes homemade para raja. Pesta Raja yang berawal dari kedatangan tiga raja yaitu Melchior, Gaspard dan Balthazar, menyambut kelahiran Jesus. Kini tradisi itu berkembang menjadi tradisi memakan galette des rois, homemade cake yang terbuat dari lapisan pastri yang berisi frangipane yaitu adonan dari krim almond, mentega dan gula, yang dimakan pada minggu pertama di awal tahun.

Memakan galette des rois ini ada caranya. Mengapa? Sebab, di dalam cake homemade ini disembunyikan feve -- kacang merah yang dikeringkan-- hingga berupa miniatur orang atau obyek lainnya. Setelah - cakes homemade dipotong-potong, anak yang paling terkecil harus bersembunyi di bawah meja, untuk kemudian menyebutkan kepada siapa potongan kue pertama dan seterusnya dibagikan. Bagi siapa yang menemukan feve di dalam kuenya, maka dia terpilih menjadi raja dan berhak memilih ratunya atau sebaliknya. Maka dari itu galette des rois ini selalu dibarengi oleh mahkota ketika membelinya. Feve yang bisa berupa kacang kering hingga porselen banyak menjadi koleksi orang, termasuk anakku. Hingga kini koleksinya sudah puluhan.

Kue manis ini selalu beredar di toko-toko kue hingga supermarket selama bulan Januari. Jangan heran bila selama bulan itu anakku selalu merengek minta d belikan galette des rois dan ngotot ingin menjadi rajanya. Sementara bagi kami, ketiga pesta tersebut merupakan saat dimana berat badan melonjak menjadi tiga kilo.
(Dini Kusmana Massabuau)

http://kompas.co.id

Untuk info lebih lanjut, silahkan lihat di cupcakes homemade - steam cake - cakes homemade - homemade cake frosting - cake homemade - homemade cake, dan Cupcakes Homemade & Steam Cake: Homemades & Homemade Cake Frosting Cirebon Jawa Barat di 88db.com

0 komentar: